Betapa aku cinta, dan selalu berusaha untuk selalu dan lebih mencintai kebesaranNya..
Begitulah mungkin manusia, paling tidak dengan apa yang aku rasakan. Pagi ini, dan pagi-pagi sebelumnya, bahkan setiap hari-harinya..
Kini saudara-saudaraku tidak lagi mengutamakan cinta, tapi lebih menyembah kebutuhan.
Jarang kini aku merasakan apalagi melihat, masih adakah yang mencintai saudaranya tanpa pamrih, tanpa alasan khusus, tidak mengenal siapa dia, apa dia, bagaimana dia, dimana dia, dengan siapa dia... tapi, ketika saudara kita membutuhkan pertolongan.. sudahkah kita membantunya saat itu juga?
Rabbi,
Tolong jangan biarkan hati dan diri ini lemah
kuatkan kami, persatukan kami
-
Dari seseorang yang merindukan cinta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Post a Comment and Don't Spam..